Komunikasi Pentahelix dan Relasi Stakeholder dalam Pengelolaan Ekowisata Berbasis Masyarakat Berkelanjutan

Authors

  • Poppy Alicyana Universitas Pakuan
  • Mariana Rista Ananda Siregar Universitas Pakuan
  • Muhammad Reza

DOI:

https://doi.org/10.33751/jpsik.v9i2.46

Keywords:

communication; community-based tourism; Kampung Ciwaluh; pentahelix; pokdarwis; stakeholder relations.

Abstract

Sustainable community-based tourism management at the rural level often faces major challenges in coordinating different parties. This study analyzes the communication dynamics and stakeholder relationships in Ciwaluh Village's tourism management in Bogor Regency. This research employs a descriptive qualitative method to identify destination components through Buhalis' 6A framework (attraction, amenities, ancillary services, activity, accessibility, and available package) and maps actors using the Pentahelix approach and Stakeholder Relations theory. The findings indicate that Ciwaluh Village fulfills five of the six tourism components, with activity and available packages emerging as primary strengths rooted in ecotourism potential. A key finding reveals that the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) functions not merely as a technical manager but has transformed into a strategic communication hub bridging Pentahelix actors. In stakeholder mapping, the Pokdarwis is identified as a definitive stakeholder with strong power, legitimacy, and urgency, while the media is identified as a discretionary stakeholder. The study emphasizes that local communities' communication autonomy is crucial for achieving synergy in sustainable community-based tourism.

References

Al Asy’ary, M. S., & Sundari, S. (2022). Strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di hutan lindung Desa Sesaot Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Terapan Pemerintahan Minangkabau, 2(2), 143–162. https://doi.org/10.33701/jtpm.v2i2.2443.

Dewi, L. (2019). Tourism village development in Bogor district. Tourism Scientific Journal, 5(1), 48-65. https://doi.org/10.32659/tsj.v5i1.74.

Hidayat, A, A. (2022). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wates Jaya. Destinesia Jurnal Hospitali & Pariwisata, 3(2), 93-101. https://doi.org/10.31334/jd.v3i2.2208.

Lingkarjabar.com. (2024). Horee..!!! warga Kp.Lengkong dan Ciwaluh Desa Wates Jaya sambut baik pembangunan jalan, jembatan dan turap realisasi bankeu tahun 2024. Https://Lingkarjabar.Com/Horee-Warga-Kp-Lengkong-Dan-Ciwaluh-Desa-Wates-Jaya-Sambut-Baik-Pembangunan-Jalan-Jembatan-Dan-Turap-Realisasi-Bankeu-Tahun-2024/.

Maulidia, I., Siregar, M. R. A., & Jayawinangun, R. (2022). Bagaimana komunikasi antara pengelola dengan pemerintah dalam membangun citra destinasi wisata kampung tematik?. Jurnal Penelitian Sosial Ilmu Komunikasi, 6(1), 54–62. https://doi.org/10.33751/jpsik.v6i1.5313.

Nariswari, K. P., Akiriningsih, T., & Budiningtyas, E. S. (2023). Penerapan komponen pariwisata dalam upaya meningkatkan daya tarik wisata di Kampung Batik Kauman Surakarta. Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 4(2), 210-225. https://doi.org/10.53565/sabbhatayatra.v4i2.1049.

Pratiwi, B., Izzati, A. N., Sulaiman, M., Supratmi, N., Ardiasih, L. S., & Warishna, J. (2024). Pengembangan kompetensi sumber daya manusia Desa Ekowisata Ciwaluh melalui pelatihan pemandu wisata. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 98-105. https://doi.org/10.31960/caradde.v7i1.2533.

Qorib, F. (2020). Strategi public relations dalam mengembangkan pariwisata (cetakan pertama). Forum Pemuda Aswaja.

Riski, G. A. A., & Wulandari, G. A. (2022). Identification of destination’s attributes in Desa Coklat Bali as educational tourism destination in Tabanan Regency. Jurnal Manajemen Pelayanan Hotel Akademi Komunitas Manajemen Perhotelan Indonesia, 6(2), 633–648. http://dx.doi.org/10.37484/jmph.060229.

Septadiani, W.P., Pribadi, I.G.O.S, & Rosnarti, D. (2022). Peran model pentahelix dalam pengembangan pariwisata di kawasan ekonomi khusus Mandalika. Universitas Trisakti.

Siregar, M. R. A., Nugraha, Y. A., & Kartika, M. (2025). Communication network actors in Celempungan and Seren Taun attractions in tourism village. Jurnal Studi Komunikasi, 9(2), 407–422. https://doi.org/10.25139/jsk.v9i2.9766.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta Bandung.

Syaoki, M., & Sarita, R. (2023). Strategi humas Pokdarwis Kerujuk Lestari dalam meningkatkan minat pengunjung ke ekowisata Kerujuk pasca gempa bumi 2018. Jurnal Industri Pariwisata, 5(2), 136-150. https://doi.org/10.36441/pariwisata.v5i2.1419.

Vani, R. V., Priscilia, S. O., & Adianto. (2020). Model pentahelix dalam Mengembangkan potensi wisata di Kota Pekanbaru. Publikauma: Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area, 8(1), 63–70. https://doi.org/10.31289/publika.v8i1.3361.

Wijayanti, Y. T., Dewi, M.S.R., & Zahra, L. (2022). Manajemen komunikasi pariwisata berkelanjutan dalam pengembangan Desa Wisata Pulesari. Universitas Atma Jaya Indonesia.

Wiluyo, D. P., & Choiriyah, I.U. (2024). Peran kelompok Sadar Wisata dalam pengembangan wisata Coban Goa Jalmo di Kabupaten Pasuruan. Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial, 10(1), 254–268. https://doi.org/10.33506/jn.v10i1.3471.

Wulandari, A. (2020). Komunikasi pemangku kepentingan (stakeholder communication) (C. Nugroho, Ed.; Cetakan 1). Sedayu Sukses Makmur.

Zainal, R. I. (2020). Analisis stakeholder di wilayah operasional perusahaan pertambangan migas. Journal Management, 19(3), 283-292. https://doi.org/10.33557/mbia.v19i3.1164.

Downloads

Published

28-01-2026

How to Cite

Alicyana, P., Siregar, M. R. A., & Reza, M. . (2026). Komunikasi Pentahelix dan Relasi Stakeholder dalam Pengelolaan Ekowisata Berbasis Masyarakat Berkelanjutan. Jurnal Penelitian Sosial Ilmu Komunikasi, 9(2), 155–164. https://doi.org/10.33751/jpsik.v9i2.46