Kearifan Lokal Pemanfaatan Mata Air di Desa Waesano, Kecamatan Sanonggoang, Kabupaten Manggarai Barat
DOI:
https://doi.org/10.33751/jpsik.v9i2.16Kata Kunci:
communication; environment; local wisdom; springs.Abstrak
Curah hujan dan jumlah hari hujan di Kabupaten Manggarai Barat relatif rendah. Curah hujan terendah pada Juni (5 mm) dan tertinggi pada Desember (232 mm) per tahun. Jumlah hari hujan terendah (1 mm) pada Juli dan tertinggi (18 mm) pada Februari. Masyarakat Desa Waesano, Kecamatan Sanonggoang, Kabupaten Manggarai Barat, juga tidak dapat memanfaatkan air Danau Sanonggoang seluas 513 hektare yang melimpah karena kadar belerang yang tinggi. Oleh karena itu, mereka memanfaatkan air dari mata air di Bentang Alam Mbeliling untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Di desa itu tidak ada satu pun warga yang memiliki sumur. Masyaraiat setempat memiliki beragam kearifan lokal untuk menjaga mata air yang jumlahnya mencapai 29 dan tersebar di berbagai lokasi. Beberapa kearifan lokal itu antara lain penanaman spesies yang mampu menjaga air seperti bancang, lokom (Syzygium sp.), koweng, dan ruteng (Ficus benjamina). Mereka melarang penanaman beberapa spesies seperti pohon gamal (Gliciridia sepium) dan ampupu (Eucalyptus urophylla) di dekat mata air karena menyebabkan volume dan debit air berkurang. Warga Desa Waesano melakukan nacaripu kepanjangan dari nempung cama riang puar (kata nempung berarti musyawarah, cama berarti bersama-sama, riang bermakna menjaga, dan puar berarti hutan). Secara harfiah istilah nempung cama riang puar itu bermakna musyawarah antara warga Desa Waesano untuk bersama-sama menjaga hutan Sesok yang menyimpang banyak sumber mata air.
Referensi
Anshori, M. (2017). Institusionalisasi Kesejahteraan Komunal (Studi Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sumber daya Kepemilikan Bersama di Desa Kemuja Kabupaten Bangka), Jurnal Society, Volume V, Nomor 2, Desember 2017.
Apriyanto. (2008). Hubungan Kearifan Lokal Masyarakat Adat dengan Pelestarian Lingkungan Hidup, Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Arsyad, S. (2012). Konservasi Tanah dan Air, Bogor: IPB Press.
Askodrina, H. (2021). Penguatan Kecerdasaan Perspektif Budaya dan Kearifan Lokal, Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol 16 No. 1.
Creswell, JW., (2014), Penelitian Kualitatif dan Desain Riset, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Denzin, Norman K. dan Yvonna SL.,( (2009). Qualitative Reserach, (Penerjemah Dariyanto, Badrus Samsul Fata, Abi, Johan Rinaldi), Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Duryatmo, S., Sarwoprasodjo, S., Lubis, D., Suharjito, D. (2023) Komunikasi Ritual Taing Hang Empo di Desa Waesano, Kecamatan Sanonggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Bogor: Jurnal Penelitian Sosial dan Ilmu Komunikasi.
Fakhrudin, Alwan Arif et al. (2023). Implementasi Konservasi Air dengan Penanaman Bibit Pohon di Kabupaten Pasuruan, Journal of Community Service (JCOS), 1(3), 2023: 168-175
Gudelia R. Jenahu, Nilam Aulia S.D, Djuhan N. Pakabu. (2022). Konservasi dan Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Seminar Nasional, Sinergitas Era Digital 5.0 dalam Pembangunan Teknologi Hijau Berkelanjutan
Hadi, M.N., Kusnadi, Simarmata, (2015). Survei Geologi dan Geokimia Panas Bumi Daerah Waesano, Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur Kelompok Penyelidikan Panas Bumi, Pusat Sumber Daya Geologi.
Munawaroh et.al, (2024). Strategi Konservasi dalam Pengelolaan Air untuk Menunjang Kehidupan Masyarakat di Sekitar Kawasan Industri Purwakarta, Jurnal Sawala, Volume 3 Nomor 1 Bulan Januari 2022, Halaman 16-24
Njatrijani, R. (2018). Kearifan Lokal dalam Perspektif Budaya Kota Semarang, Gema Keadilan, Edisi Jurnal (ISSN: 0852-011), Volume 5, Edisi 1, September 2018.
Ostrom, E. (1998). Common-Pool Resources and Institutions: Toward A Revised Theory, The New Palgrave Dictionary of Economics and the Law, Vol. 3 (London: Macmillan Press, 1998, pp. 424-433).
Purwanta & Pramudita, (2024). Analisis Kebijakan Pengelolaan Sumber Mata Air Berkelanjutan Desa Pucung: Temuan dan Rekomendasi untuk Masa Depan, Jurnal Parikesit, Vol. 2, No. 2, November 2024, Hal. 235-243
Rosdiana, (2018). Upaya Konservasi Sumber Daya Air Yang Inovatif dalam Merancang Pemanfaatan Sumber Daya Alam, Jurnal Hutan Tropika (ISSN: 1693-7643), Vol. XIII No.2, Desember 2018. Hal. 121-129
Suprayitno, (2023). Upaya Pelestarian Kearifan Lokal Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Tari Thengul Kabupaten Bojonegoro di Sekolah Dasar, JPGSD. Volume 11 Nomor 8 Tahun 2023.
Supriatna, J. 2018, Konservasi Biodeversitas: Teori dan Praktik di Indonesia, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Syarifuffin, A. Uswanto, H., Raharyoso, D., (2022). Kearifan Budaya Lokal: Tradisi Rewang Masyarakat Desa Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi di Era Revolusi Industri 4.0, Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah FKIP Universitas Jambi Vol. 2 No. 2.
Wambrauw E. Veronika et.al. (2023). Konservasi Sumber Daya Air Berbasis Kearifan Lokal Kali Eleli Kampung Helaksili Distrik Abenaho Kabupaten Yalimo, Jurnal Teknik Sumber Daya Air, Desember 2023, 3(2): 191-202.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Sosial Ilmu Komunikasi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







